December 29, 2010

kemarin...

Sering kali kita menyesal atas apa sesuatu yang sudah kita lakukan. Mungkin saja perbuatan bodoh atau jahat. Namanya juga manusia, tidak pernah merasa puas atas sesuatu. Saya pun pernah atau mungkin sering merasa seperti itu. Saya menyesal, tapi kalau saya sudah mengambil langkah itu maka lebih baik saya menjalaninya sebaik mungkin agar tak mengulang hal yang sama. Kalau orang lain mau memberi opini maka silahkan saja. Toh pada akhirnya tetap saya yang mengambil keputusan atas hidup saya. memang saya punya sifat yang tidak enak, sebut saja saya ini terlalu terpaku pada masa lalu. Jadi ketika melangkah di jalur yang baru, maka saya akan terus teringat pada jejak saya di belakang. menyebalkan memang, tapi saya pun sedang mencoba memperbaiki hal itu.

Maka sekarang saya akan memperjelas hal yang selama ini menghantui saya. Keluar dari tempat saya bekerja sebelumnya memang tindakan/sikap kekanakan. Sebut saja saya ini anak yang kuarng perhatian disana. makan itu adalah wujud dari cara saya merajuk. memang tidak berakhir baik. Tapi untuk apa juga saya terus merajuk kalau tak dapat perhatian juga?! Jadi sekarang saya coba untuk tidak merajuk lagi pada mereka. Sekarang si anak ini tengah mencari permainan baru yang membuatnya senang. Semoga saja permainan ini tidak membosankan dan berguna bagi dia.

December 14, 2010

sore

Sudah 2 minggu rupanya. Belum ada yang berubah (mungkin). Setidaknya saya tidak perlu lagi merasakan lagi hal itu. Saya sadar benar dengan apa yang saya lakukan. Belum tentu itu benar di mata kalian, bahkan mungkin kalian pikir saya ini kekanakan. Saya tidak perlu membela diri atau mengakui hal itu. Terserah kalian saja!
Tidak perlu juga kalian kasihani saya. Tak perlulah bilang kalau kalian mengerti perasaan saya seperti apa. Karena kalian tidak akan pernah mengerti benar apa yang saya pikirkan dan rasakan. Pada dasarnya kita ini orang yang berbeda, jadi kita tak akan merasakan hal yang sama bahkan bila kita menghadapi hal yang sama.
Bukan berarti saya tidak menghargai kalian. Terima Kasih banyak atas apa yang telah kalian berikan selama ini. Maaf bila selama ini saya hanya bisa menerima tanpa memberi kembali. Tak perlulah kita saling menyalahkan, karena itu hanya akan menyulut pertikaian saja. Yang bisa kita lakukan adalah sama-sama berjuang di jalan yang sudah kita pilih.